Pencarian

Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa Pimpin PHDI Pusat, Jenderal Kopassus Asal Buleleng dengan Rekam Jejak Operasi Mapenduma

Minggu, 11 Oktober 2026 • 10:31:01 WIB
Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa Pimpin PHDI Pusat, Jenderal Kopassus Asal Buleleng dengan Rekam Jejak Operasi Mapenduma
Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa resmi memimpin PHDI Pusat.

BULELENG — I Nyoman Cantiasa lahir dan besar di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Sebelum dikenal sebagai perwira tinggi Kopassus, ia menempuh pendidikan militer di Akademi Militer dan lulus pada 1990.

Kelulusannya bukan sekadar lulus biasa. Cantiasa meraih Bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akmil tahun itu, penghargaan tertinggi bagi taruna yang menamatkan pendidikan dengan prestasi paling menonjol.

Karier Akademik di Dunia Militer

Keunggulan Cantiasa tidak berhenti di bangku akademi. Saat mengikuti Pendidikan Reguler XLI Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Tahun Anggaran 2014, ia menyabet predikat peserta dengan Karya Tulis Terbaik.

Jabatan militer terakhir yang diembannya adalah Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Posisi itu menutup perjalanan panjangnya di tubuh TNI Angkatan Darat sebelum memasuki masa purnabakti.

Pertaruhan Nyawa di Mapenduma 1996

Catatan paling monumental dalam karier Cantiasa terjadi pada 1996. Kala itu ia masih berpangkat Letnan Satu (Lettu) Infanteri dan menjabat Wakil Komandan Sub Tim Detasemen 81 (Penanggulangan Teror) atau Sat-81/Gultor Kopassus.

Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah pimpinan Kelly Kwalik menyandera 26 orang di Mapenduma, Papua (saat itu Irian Jaya). Para sandera terdiri dari warga negara Indonesia kalangan dosen, pendeta, dan petugas kehutanan, serta enam warga negara asing asal Belanda dan Inggris.

Operasi pembebasan digelar di bawah perintah Komandan Jenderal Kopassus saat itu, Brigjen TNI Prabowo Subianto. Misi mencapai puncaknya pada 9 Mei 1996 melalui penyerbuan ke markas OPM di Desa Geselama, Mimika.

Mayoritas sandera berhasil dibebaskan. Dua peneliti WNI ditemukan gugur dalam peristiwa tersebut.

Dua dari Tiga Operasi Militer Besar TNI

Cantiasa tercatat terlibat langsung dalam dua dari tiga operasi militer besar yang pernah digelar TNI. Selain Mapenduma 1996, ia turut memimpin operasi pembebasan sandera dari aksi perompak Somalia pada pembajakan Kapal MV Sinar Kudus tahun 2011.

Saat itu ia menjabat Komandan Sat-81/Gultor Kopassus. Operasi tersebut menjadi salah satu misi penyelamatan sandera paling berisiko yang dihadapi TNI di perairan internasional.

Juara Umum AARM 2006 dan Komandan Upacara di Istana

Di ranah diplomasi militer, Cantiasa memimpin Kontingen Indonesia dalam Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-16 di Hanoi, Vietnam pada 2006. Saat itu pangkatnya masih Kolonel.

Di bawah kepemimpinannya, Indonesia memboyong predikat Juara Umum dengan raihan 24 medali emas, 10 perak, 9 perunggu, dan 15 trofi.

Atas prestasi dan kepemimpinannya, Cantiasa dipercaya menjadi Komandan Upacara Penurunan Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2013.

Rentetan pengalaman kepemimpinan serta pengabdian panjang bagi bangsa dan negara itu kini dibawa Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa ke lembaga keumatan. Ia siap mengabdikan diri untuk memimpin dan melayani umat Hindu di seluruh Indonesia melalui PHDI Pusat.

Follow www.pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: balinews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks