Pencarian

IHSG Jeda Siang Melemah ke Level 6.628, Investor Tunggu Data Cadangan Devisa BI dan Inflasi AS

Senin, 07 September 2026 • 16:16:02 WIB
IHSG Jeda Siang Melemah ke Level 6.628, Investor Tunggu Data Cadangan Devisa BI dan Inflasi AS
IHSG melemah ke 6.628 pada jeda siang setelah sempat menguat ke level tertinggi 6.667.

JAKARTA — Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik pada sesi pertama perdagangan awal pekan ini. Setelah sempat dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi 6.667,75, laju IHSG berbalik arah dan terperosok hingga level terendah 6.620,52 sebelum akhirnya ditutup di posisi 6.628,19 pada jeda siang.

Pelemahan hari ini melanjutkan tren negatif perdagangan akhir pekan lalu. Pada Jumat (4/9/2026), IHSG sudah ditutup turun 0,47 persen ke level 6.636, disertai aksi jual investor asing yang nilainya mencapai Rp317,01 miliar.

Volume Transaksi Capai Rp8,47 Triliun, Mayoritas Saham Masih Menguat

Meski indeks terkoreksi, data perdagangan sesi pertama menunjukkan pasar tidak sepenuhnya tertekan. Tercatat 293 saham menguat, sedikit lebih banyak dibandingkan 292 saham yang melemah, sementara 203 saham lainnya stagnan.

Total volume transaksi mencapai 24,56 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,47 triliun dan frekuensi 1,32 juta kali transaksi. Adapun saham-saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain DSSA, ASII, BBCA, ANTM, dan ISAT.

Support 6.600 Diuji, Sentimen Global Bayangi Pergerakan

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas memprakirakan IHSG masih berpeluang mengalami pelemahan terbatas. Secara teknikal, indeks diprediksi bergerak di rentang support 6.600 dan resistansi 6.710.

"Berdasarkan analisa teknikal, IHSG hari berpotensi melemah terbatas. IHSG akan bergerak di level support 6.600 untuk level resistansi 6.710," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Senin (7/9/2026).

Dua Data Ekonomi Domestik Jadi Sorotan Pekan Ini

Dari dalam negeri, pelaku pasar tengah menanti dua rilis data penting dari Bank Indonesia. Data cadangan devisa dijadwalkan keluar hari ini, menyusul indeks keyakinan konsumen yang akan diumumkan pada Rabu lusa.

"Hari ini BI akan merilis data cadangan devisa, dan data indeks keyakinan konsumen pada Rabu lusa," ucap Tim Pilarmas.

Inflasi AS Jadi Penentu Arah Suku Bunga The Fed

Sentimen eksternal juga menjadi perhatian utama investor. Pekan ini, pasar menanti rilis indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat yang diprakirakan meningkat baik secara bulanan maupun tahunan. Namun, fokus terbesar tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis Jumat mendatang.

"Data inflasi Amerika akan dirilis Jumat mendatang. Data ini akan menjadi tolok ukur penting bagi The Fed dalam memutuskan tingkat suku bunga nantinya," ujar Tim Pilarmas.

"Meskipun secara sentimen sedikit, namun dampak yang diberikan akan terasa terkait dengan data ekonomi di Amerika." Kondisi tersebut dinilai tetap dapat memberikan sentimen terhadap pergerakan pasar keuangan, termasuk IHSG.

Follow www.pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks