Chusnunia Dorong Wisata Gastronomi Indonesia, Soroti Rendang hingga Tempe

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:03:01 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai wisata gastronomi Indonesia berpotensi besar menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

BALI — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai wisata gastronomi Indonesia punya potensi besar menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. Wisata gastronomi menempatkan kuliner, sejarah, dan budaya di balik pengolahan makanan sebagai daya tarik utama perjalanan, bukan sekadar soal cita rasa. Dukungan itu disampaikan seiring langkah pemerintah meluncurkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries.

Chusnunia menjelaskan wisata gastronomi adalah jenis perjalanan yang menjadikan kekayaan kuliner, sejarah, dan budaya di balik pengolahan makanan sebagai daya tarik utama. Definisi yang dipakai UNWTO menekankan pengalaman memahami asal-usul hidangan, seni penyajian, hingga kisah yang melatarbelakanginya.

"Selain soal cita rasa, kekayaan sejarah dan budaya yang melatarbelakangi sebuah hidangan menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata gastronomi Indonesia," ujarnya.

Belajar dari Jepang hingga Peru

Politisi yang memiliki hobi travelling ini merujuk sejumlah negara yang sukses mengembangkan wisata gastronomi. Jepang menjadikan kuliner tradisional Washoku sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Thailand menjalankan program "Kitchen of the World".

Prancis mengintegrasikan perkebunan anggur dengan keahlian memasak tingkat tinggi sebagai identitas nasional. Spanyol memadukan tradisi kuliner dengan inovasi gastronomi modern. Peru juga disebut sebagai contoh negara yang berhasil di sektor ini.

"Negara-negara tersebut berhasil mengubah kuliner lokal menjadi daya tarik wisata utama yang mendatangkan jutaan turis setiap tahunnya dan Indonesia juga tidak hanya memiliki banyak potensi wisata gastronomi yang juga menghadirkan cerita, pengalaman budaya, serta keberlanjutan sumber pangan lokal," tambahnya.

Rendang dan Tempe Diakui UNESCO

Chusnunia mencontohkan warisan kuliner seperti rendang dan tempe yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Keduanya menjadi bukti bahwa kuliner Nusantara punya nilai budaya yang diakui dunia, bukan hanya soal rasa.

Ia juga mendukung langkah pemerintah meluncurkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries. Kedua platform itu dinilai memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara menavigasi kuliner autentik hingga fine dining.

Modal Literasi Kuliner Sejak RA Kartini

Indonesia memiliki rekam jejak literatur kuliner yang kaya. Chusnunia menyebut catatan resep RA Kartini, buku masak Nyonya Belanda, hingga buku resep kepresidenan Mustika Rasa (1967) yang memuat 1.685 resep nusantara.

"Kekayaan gastronomi Indonesia menjadi modal besar untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara, saatnya kuliner Nusantara mendunia," pungkasnya.

Peluang bagi Pelaku Wisata Kuliner

Bagi traveler yang merencanakan perjalanan berbasis kuliner, perkembangan ini membuka lebih banyak pilihan destinasi gastronomi lokal. Dukungan dari Komisi VII DPR RI menyasar pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang menaungi kuliner sebagai daya tarik.

Pelaku usaha kuliner daerah, termasuk warung dan restoran lokal, berpeluang masuk ke platform pemandu kuliner yang disiapkan pemerintah. Informasi terkini soal Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Wisata gastronomi memungkinkan traveler menjadikan makanan sebagai tujuan utama perjalanan, bukan pelengkap. Pengalaman yang ditawarkan mencakup sejarah asal-usul hidangan, seni penyajian, hingga cerita budaya di baliknya.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: radarbangsa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top