MANGUPURA — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Badung I Ketut Gede Arta melaporkan tingginya intensitas panggilan yang masuk ke layanan Call Center 112. Laporan warga itu mencakup kendala air bersih, penerangan jalan, hingga kemacetan lalu lintas. Pelatihan digelar untuk memperkuat peran petugas dalam menangani aduan tersebut.
Kegiatan di Kantor Diskominfo Badung itu menghadirkan narasumber ahli medis dan psikologi, Dr. Jali. Turut hadir pejabat di lingkungan Diskominfo Badung. Peserta merupakan petugas pengelola layanan pengaduan, termasuk operator kanal Kontak Bupati.
Petugas BCC bersiaga penuh selama 24 jam yang terbagi dalam tiga shift. Mereka merespons berbagai keluhan warga setiap hari, dari masalah air bersih sampai kemacetan. Beban kerja itu menuntut kesiapan mental, bukan hanya kemampuan teknis.
Rasniathi menekankan pentingnya kesiapan mental dan pola pikir pelayan masyarakat bagi para operator. Ia menyebut tugas petugas BCC menentukan kenyamanan dan keamanan warga serta wisatawan.
"Tugas adik-adik di sini sangat penting untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat serta wisatawan. Dalam menghadapi aduan masyarakat yang kadang disampaikan dengan nada emosi atau kurang puas, petugas harus tetap tenang, berhati dingin, dan tidak ikut terbawa emosi. Kita harus bisa memposisikan diri sebagai masyarakat yang membutuhkan solusi," ujar Rasniathi.
Pelatihan dirancang memberi bimbingan psikologis bagi petugas pengelola layanan pengaduan. Materi menyasar kemampuan menahan diri saat menerima aduan bernada emosi. Petugas diharapkan tetap ramah, profesional, dan empatik dalam setiap respons.
Rasniathi mengapresiasi dedikasi petugas muda yang bersiaga menjaga kualitas layanan publik di Kabupaten Badung. Lewat pelatihan ini, ia berharap petugas punya ketahanan emosional yang baik. Respons cepat dan humanis menjadi target utama.
Selain memperkuat layanan yang sudah berjalan, Rasniathi membeberkan rencana peluncuran kanal pelayanan baru bertajuk "Halo Ibu Badung". Layanan itu dijadwalkan meluncur pada ajang Pesona Ibu Badung, 22 Desember mendatang. Program ini akan bersinergi dengan Dinas P2KBP3A.
Kanal tersebut menyediakan fasilitas konseling dan pendampingan psikologis bagi remaja maupun masyarakat yang membutuhkan tempat bercurah rasa secara aman. Kehadirannya melengkapi layanan pengaduan yang sudah ada.
Gede Arta menyebut pelatihan peningkatan kapasitas ini memperkuat peran petugas Call Center 112 dan Kontak Bupati. Selain penanganan darurat dan bencana, kapasitas petugas dioptimalkan agar mampu memberi edukasi serta informasi akurat kepada masyarakat.
Menurutnya, langkah itu sejalan dengan fungsi Public Relations Pemkab Badung dalam menjaga citra positif daerah. Pelatihan juga mendukung visi pariwisata yang berkualitas dan aman di Gumi Keris.
"Pelatihan peningkatan kapasitas ini dilaksanakan untuk memperkuat peran petugas Call Center 112 dan Kontak Bupati. Selain penanganan darurat dan bencana, kapasitas petugas terus dioptimalkan agar mampu memberikan edukasi serta informasi yang akurat kepada masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan fungsi Public Relations (PR) Pemkab Badung dalam menjaga citra positif daerah dan mendukung visi pariwisata yang berkualitas," jelasnya.
Pemkab Badung menyatakan komitmen menghadirkan respons cepat, tepat, dan humanis lewat pelatihan psikologi media ini. Seluruh petugas BCC diharapkan semakin siap dan sigap dalam memberikan pelayanan prima yang berdampak langsung bagi masyarakat.